Welcome to my blog :)

rss

Sabtu, 20 Agustus 2011

Ciri Datangnya Malam Lailatul Qadar !

Sebagaimana kita ketahui, Allah menurunkan Al Quran dalam bulan Ramadan dan malam turunnya Al Quran itu adalah malam qadar, malam yang penuh keberkatan sebagaimana disampaikan oleh Allah dalam firmannya:
“Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Quran pada malam Al Qadar dan tahukah kamu apa yang dimaksud dengan malam kemuliaan (Al Qadar) itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahterahlah (malam itu) sampai terbit fajar. “ (QS.Al Qadr ayat 1-5)
Juga diriwayatkan oleh HR Bukhari dari Aisyah, Rasulullah bersabda:
“Carilah dengan hati-hati sekali malam Al Qadar itu di malam-malam yang ganjil dari puluhan yang akhir dari Ramadan.”
Dari firman Allah dan hadis tersebut di atas kita mengetahui bahwa malam Lailatul Qadar terjadi dalam bulan Ramadan pada malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Karena tidak ada seorang manusiapun yang mengetahui kapan malam yang nilainya sama dengan seribu bulan itu akan datang, terlebih lagi di negeri kita sering terjadi perbedaan penetapan awal Ramadan yang menyebabkan perbedaan jatuhnya hari-hari ganjil pada sepuluh hari terakhir.
Maka sebaiknya di setiap malam sepuluh hari terakhir itu kita selalu mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya malam Lailatul Qadar dengan memperbanyak ibadah, yaitu memperbanyak salat, istighfar, tahlil, tahmid dan ibadah-ibadah lainnya.
Banyak pertanyaan apakah ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar itu? Tentang ciri-ciri malam Lailatul Qadar banyak ulama yang bebeda pendapat, tetapi berikut ini adalah ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar yang sering diceramahkan ataupun dituliskan oleh para ulama:
Pertama, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) pada malam itu akan melihat seluruh benda dan makhluk di muka bumi ini bersujud kepada Allah.
Kedua, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) akan melihat semuanya terang benderang walaupun suasananya di tengah malam.
Ketiga, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) itu mendengar salam malaikat dan tutur katanya.
Keempat, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) itu dikabulkan segala doanya.
Dan kelima, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) itu tidak disyaratkan melihat tanda apa-apa.
Karena bulan Ramadan adalah bulan yang utama, bulan yang penuh berkat sebagaimana telah dijanjikan Allah, kiranya akan lebih baik kita memperbanyak ibadah terlebih lagi di sepuluh hari terakhir Ramadan dengan tidak usah mengingat ciri-ciri malam Lailatul Qadar.
(Ditulis berdasarkan referensi Al Qur’an, Buku Pedoman Puasa, Prof. DR. T.M Hasbi Ash Shiddieqy dan Buku Puasa Ramadan, DR. H. Ridjaluddin F.N; M.Ag).
Sumber : Detik Ramadhan

Sabtu, 18 Juni 2011

1300 Yang Sama

Siang tadi saya bertemu dengan salah seorang Motivator Muda yang baru berusia 22 tahun. Meski usia terbilang masih belia namun kepiawaiannya menyampaikan sebuah motivasi benar-benar bisa diikuti oleh seluruh peserta seminar yang sedang ia bawakan.

Dia banyak berguru pada Top Motivator nasional maupun Internasional. Luar biasa. Dalam salah satu seminar yang dia bawakan ia mengatakan bahwa ketika ia berkunjung ke Amerika saat berada di gedung PBB dia membaca sebuah tulisan yang menyatakan bahwa kita atau diri kita adalah sama dengan 1300 lainnya yang ada di dunia ini. Bayangkan jika diri kita ada 1300 orang.

Bayangkan ketika kita sedang melamar pekerjaan di satu perusahaan dan 1300 orang yang sama sifat-sifatnya itu berada dalam satu perusahaan. Kira-kria yang manakah yang akan di terima bekerja di perusahaan itu. Jawabannya tentu bermacan-macam.

Ada yang mengatakan yang di terima adalah mereka yang ada kenalan orang dalam wah KKN dong. Belum tentu. Ada juga yang mengatakan yang di terima adalah yang lebih dulu melamar. Bisa jadi. Atau ada 1001 kemungkinan yang berbeda yang bisa di terima di perusahaan tersebut.

Inti dari tulisan ini adalah jika setiap kita adalah sama dengan 1300 orang lainnya tentang sifat-sifatnya maka yang terpenting bagi kita adalah bagaimana kita bisa berbeda dengan yang lainnya. Jawabannya tingkatkan terus kapasitas diri kita agar kita menjadi beda dengan 1300 lainnya sehingga kita kita bisa memenangkan kompetisi hidup ini hendak kemanakah kita selanjutnya.

Selasa, 15 Februari 2011

ADAKAH ANDA BERSHUKUR DENGAN HATI, LIDAH & PERBUATAN

"Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba- Mu yang saleh".

Do’a Nabi Sulaiman manakala beliau mendengar suara semut yang berkata : ….. “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari, Allah SWT memberitahukan kepada Nabi Muhammad SAW, melalui wahyu Nya dalam surah. An-Nam ayat 18.

Jadi sudah seharusnya dan sudah merupakan kewajiban kita sebagai kaum muslimin mengikuti ajaran yang telah sampai kepada kita dengan berucap dan berdo’a sebagaimana yang telah Allah ajarkan dan diabadikan dalam QS, tersebut diatas, karena sesungguhnya kita sebagai hamba Allah dan makhluk ciptaan Allah yang dahulunya tidak ada, melalui perjuangan panjang Ibu kita atau kedua orang tua kita lahirlah kita sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nahl (16) ayat 78. yang artinya “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur”.

Dengan perjalanan hidup yang panjang pula hari ini Alhamdulillah kita masih merasakan nikmat Allah yang tak terhingga, siapapun kita apapun jabatan kita dan dimanapun kita berada, kita sudah pasti tidak akan dapat menghitung hitung nikmat yang telah Allah berikan pada kita, sebagaimana yang telah Allah informasikan kepada kita agar kita berlaku dan bersikap jujur serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nahl (16) ayat 18. yang artinya “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Dengan mensyukuri nikmat Allah SWT Insya Allah kita akan mendapat berkah dan karunia yang lebih banyak lagi dari-Nya, untuk dapat mensyukuri nikmat Allah, kita harus melakukan instropeksi diri dengan merenungi betapa besar kasih sayang Allah kepada kita, dengan merenungkan baik hal – hal yang kecil sampai besar yang pasti luput dari pandangan kita yang sangat terbatas sebagai manusia, hanya dapat diingatkan agar senantiasa mensyukuri dan bersyukur akan karunia dan kasih sayang Allah pada kita hamba Nya, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah (2) ayat 152. yang artinya “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”.

Barang siapa yang mensyukuri nikmat Allah, maka Allah akan menambah nikmat Nya, demikian pula sebaliknya, barang siapa yang mengingkari segala nikmat yang telah Allah berikan padanya, maka azab Allah sangat pedih baginya, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ibrahim (14) ayat 7. yang artinya “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Ada
tiga cara untuk mensyukuri nikmat Allah SWT diantaranya :

  1. Bersyukur dengan hati dan perasaan, kita sadar betul bahwa nikmat yang kita rasakan, kita alami dan kita terima selama ini hanya berasal dari Tuhan Yang Maha Esa, bukan dari akal manusia, atau makhluk lainnya.
  2. Bersyukur dengan lisan, kita mengucapkan Alhamdulillah = Segala Puji Hanya Milik Allah SWT, sambil merenung dan menghayati, apa apa yang telah kita terima, kita alami dan kita rasakan.
  3. Kita wujudkan rasa syukur kita dengan perbuatan seperti, menolong sesama, membantu dengan memberikan harta benda yang kita miliki, dengan perbuatan tentunya sesuai kemampuan kita masing masing, meningkatkan amal ibadhah kita, serta hijrah dari perlakuan yang dapat merugikan orang lain, baik kita rugikan dengan lisan atau kata kata, maupun kita rugikan dengan perbuatan dan atau tindakan kita hingga orang lain tersebut mengalami kerugian baik nama baik, sampai kerugian meteriil
Apabila kita mampu mewujudkan tiga hal tersebut, Insya Allah kita pasti terhindar dari murka Nya dan Insya Allah kita juga akan mendapatkan perlindungan serta pertolongan yang tidak disangka sangka, dan juga Allah akan menambahkan nikmat-Nya, pada kita semua, sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa (4) ayat 147. yang artinya “Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.

At-Thalaq (65) ayat 3 artinya “Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."
Semoga bermanfaat

Sumber Tulisan :
http://yaneyms.blogspot.com/2010/06/adakah-anda-bershukur-dengan-hati-lidah.html

Kamis, 14 Oktober 2010

Kalau Kita Mau Kita Pasti Bisa.. !

Begitu sulit diri ini untuk bisa mengalahkan diri sendiri. Seribu satu alasan selalu terlintas hanya sekedar untuk mencari pembenaran. Tapi apa yg kita dapat setelah alasan itu kita buat. Apakah lantas kita menjadi orang sukses, ternyata belum. Dan sebelum kita bisa mengalahkan ego kita takkan pernah kita mencapainya, belajarlah dari orang yang luar biasa ini bahwa ternyata kekurangan tidak menjadikan kita terhalang untuk menjadi insan yang bisa sukses, selama niat kita lebih kuat maka apapun bisa kita lakukan

Rabu, 15 September 2010

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H

Allahuakbar.. Allahuakbar... Allahuakbar..
Ramadhan telah pergi berlalu meninggalkan kita. Perasaan sedih berpisah dengan bulan yang penuh berkah terasa begitu dalam. Kita hanya bisa memohon kepada Allah semoga kita bisa bertemu dengan Ramadhan tahun depan.

Meski kesedihan yang begitu mendalam amat terasa, namun Allah memberikan sejuta kegembiraan kepada seluruh Umat Muslim seluruh dunia yaitu datangnya Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Kegembiraan suka cita tampak di setiap sudut kota dengan berbagai adat istiadat dan tatacara masyarakat yang berbeda dalam menyambut datangnya hari yang Fitri ini.

Satu hal budaya bangsa kita yang tidak ada di belahan dunia lainnya yaitu budaya Mudik alias pulang kampung. Meski dengan transportasi yang sederhana dan ala kadarnya mereka tidak pernah mengeluh dan selalu menyambut penuh antusias. Ini satu pertanda bahwa ikatan antar keluarga bangsa Indonesia begitu kuat sehingga apapun halangannya tidak menjadi masalah.

Lebaran kali ini penulis manfaatkan untuk bersilaturahmi dengan teman seangkatan di SMEA Purnama Semarang. Salah satunya adalah mbak Endang Setyaningsih dan Mas Tugiri. Dalam pertemuan yang serba singkat ini kita mencoba menyatukan kembali teman-teman yang sudah terlalu lama tidak saling bertegur sapa.

Semoga apa yang kita lakukan kedepannya memberikan manfaat untuk para alumnus/i SMEA Purnama Semarang beserta generasi mudanya hingga dapat memberikan contoh yang baik untuk generasi berikutnya.

Akir kata kami mohon maaf atas segala salah dan khilaf, baik yang kami sengaja maupun yang tidak kami sengaja. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H semoga Allah sentiasa melimpahkan Rahmat dan HidayahNya kepada kita semua. Amin.

Jumat, 27 Agustus 2010

Malam Renungan

Setelah lama tidak mengisi ruang redaksi gatal rasanya jari jemari kembali menghiasi dinding silaturahmi ini. Tegur sapa serta ucapan salam kembali saya haturkan kepada rekan semua dan Puji Syukur kehadirat Allah SWT, sholawat serta salam semoga tercurah kepada Junjungan Umat Muslim Nabi Besar Muhammad SAW.

Malam ini 17 hari sudah lewat bulan Ramadhan kita nikmati. Sejauh mana setelah kita melewati hari turunnya Al-Qur'an dan sebesar apa amalan sudah kita terapkan dalam kehidupan kita. Nabi Muhammad telah memberikan tauladan kepada seluruh umat manusia di bumi agar selalu memelihara amal ma'ruf nahi munkar.

Beliaupun memberikan jaminan kepada siapapun bahwa tidak akan sesat dunia akhirat selama memegang teguh Alqur'an dan mengamalkan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Setiap manusia ingin bahagia dan selamat dunia akhirat, mari kita tetap berpegang teguh kepada syahadat yang kita ikrarkan setiap waktu, setiap kita sholat sudahkan kalimat tersebut merasuk dalam hati kita untuk selanjutnya membekas dalam kehidupan kita. Jika belum segeralah berbenah diri karena maut datang tidak pernah permisi dan tak sedetikkpun kita bisa minta dispensasi.

Selamat menunaikan ibadah puasa, perbanyak amalan di bulan penuh berkah ini dan selamat menyongsong datangnya Idul Fitri 1431 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

Minggu, 18 Juli 2010

SEJENAK KITA MENGENANG



If only you could see the tears in the world you left behind
If only you could heal my heart just one more time
Even when I close my eyes
There's an image of your face
And once again I come to realise
You're a loss I can't replace

Soledad
It's a keeping for the lonely
Since the day that you were gone
Why did you leave me
Soledad
In my heart you were the only
And your memory lives on
Why did you leave me
Soledad

Walking down the streets of Nothingville
Where our love was young and free
Can't believe just what an empty place
It has come to be
I would give my life away
If it could only be the same
Cause I can't still the voice inside of me
That is calling out your name

Soledad
It's a keeping for the lonely
Since the day that you were gone
Why did you leave me
Soledad
In my heart you were the only
And your memory lives on
Why did you leave me
Soledad

Time will never change the things you told me
After all we're meant to be love will bring us back to you and me
If only you could see

Soledad
It's a keeping for the lonely
Since the day that you were gone
Why did you leave me
Soledad
In my heart you were the only
And your memory live on
Why did you leave me
Soledad


Sejenak mari kita kenang, seseorang yang pernah berarti dalam hidup kita. Pernah mengisi hati kita, pernah membuat kita bahagia. Meski kini ia sedang tidak bersama kita namun kita selalu berdo'a suatu saat nanti kan bersamanya lagi. Wajahnya, perkataannya, tingkah lakunya selalu memberi inspirasi kepada kita agar kita tetap bertahan. Terus berusaha untuk yang lebih baik dan terus berichtiar untuk memberi arti bagi orang lain. Sejatinya hidup ini akan lebih berarti jika kita bisa melengkapi hidup orang lain. Bahagianya diri kita jika kita bisa membahagiakan orang lain terlebih kepada mereka yang memang sangat membutuhkan kita. Keluarga besar anak jalanan, keluarga besar fakir miskin dan juga keluarga besar anak-anak yatim.. we are part of your family.. let's do it, working together.

download mp3 nya di sini.