Welcome to my blog :)

rss

Senin, 11 Maret 2013

ALUMNI PEDULI

Dahsyat !!!
Itulah sebuah ungkapan yang patut saya lontarkan untuk perkembangan duni IT. Kini hampir semua orang mempuyai nomor Hand Phone pribadi. Bukan cuma satu nomor, dua, tiga bahkan ada yang sampai mempunyai empat nomor Handphone baik GSM dan CDMA atau keduanya. Rasa syukur yang tak terhingga saya panjatkan kepada Tuhan yang maha esa, atas karunianya saat ini kita bisa saling mengenal dan bertegur sapa terutama yang sudah mempunyai account Facebook. Yang belum tergabung di facebook semoga lekas membuatnya agar tetap terus bisa terhubung dengan semua rekan-rekan alumni.

Sahabat-sahabtku rekan alumni SMEA Purnama Semarang  ataupun SMK Purnama I yang baik hatinya, mari kita rapatkan barisan, kita eratkan silaturahmi antar Alumni untuk saling berbagi, baik itu informasi ataupun berbagi rezeki bagi yang sudah berkelebihan.

Sahabatku semua tentu kita bangga sebagai Alumi SMEA Purnama Semarang atau SMK Purnama I Semarang. Karena tanpa jasa sang Purnama kita tidak tau apakah kita bisa saling mengenal dan bersilaturahmi. Sahabatku semua, Purnama yang dulu bukanlah Purnama yang sekarang, namun gedung sarana dan prasaran masih tetap sama seperti dulu.

Terkadang kita sedih jika kita melihat Almamater kita saat ini yang belum begitu banyak perubahan, baik dari segi gedung, sarana dan prasarana. Karena memang untuk membuat perubahan di butuhkan usaha dari semua pihak dan tentu memerlukan dana yang tidak sedikit. Mungkin anak-anak kita bagi lulusan awal tahun 80an, 90an, 2000an rata-rata bisa bersekolah di tempat yang lumayan bagus. Terlebih bagi mereka yang berdomisili di kota besar dan berkemampuan dalam hal ekonomi.

Ruang kelas yang ber-AC, Gedung sekolah yang megah dan tenaga pengajar yang profesional banyak kita jumpai di sekolah-sekolah modern saat ini. Banyak anak-anak kita yang bersekolah di sana. Dukungan tenaga IT yang luar biasa sehingga membuat anak-anak kita tidak Gaptek seperti kita dulunya. inilah yang wajib kia syukuri bersama sekaligus prihatin pada Almamater tercinta.

Namun lihatlah almamater kita yang sudah kita tinggalkan selama puluhan tahun, ruang kelas yang begitu-begitu saja tidak jauh seperti pada saat kita tinggalkan di saat kelulusan. Papan tulis yang masih berwarna hitam dengan kapur warna putih dan penghapus kain berlapis karpet masih dengan setia menemaninya. Jangan tanya masalah sarana dan prasarana sekolah, Apakah sudah ada Lab komputer ? belum, Apakah kelas di lengkapi dengan AC ? tidak, Sedih rasaya hati ini ingin menangis jika kita melihat kondisi almamater tercinta.


Sahabatku rekan alumni yang tergugah hatinya dan berkelebihan rezeki marih kita bangun ALUMNI PEDULI melalui group Sepursemar Comunity ataupun melalui group-group yang ada di Facebook. Kami telah memulainya bersama Mas Djoko Sumantri, mbak Endah Sri Wahyuni, Mas Ragil Peyek Supriyanto serta rekan alumni yang lain. Saya yakin banyak di antara rekan alumni yang mempunyai kemampuan financial lebih dari cukup. Mari sisihkan sedikit rezeki kita untuk memajukan Almamater tercinta.

Penyerahan bantuan 3 buah Infokus di wakili oleh Mas Djoko Sumantri 
dan Mbak Endah Sri Wahyuni

Jika di antara rekan Alumni yang berniat untuk membantu Almamater tercinta baik dengan dana cash ataupun berupa perlengkapan belajar mengajar silakan hubungi saya di 0819 0585 3676 atau mas Djoko Sumantri di 0878 3289 1911 selaku koordinator Sepursemar Comunity atau melalui koordinator masing-masing dan bisa juga langsung ke sekolah bertemu dengan Ibu Siti Khasanah Selaku Kepala sekolah atau Ibu Untari.

Selasa, 09 Oktober 2012

Mencari Pekerjaan Yang Sesuai Dengan Keinginan


Perkembangan informasi saat ini begitu cepatnya terutama setelah didukung oleh perkembangan di bidang teknologi. Mulai dari pelayanan pemerintahan, perbankan dan tempat-tempat pelayanan sosial masyarakat kini telah berbasis teknologi.
Perkembangan ini pula yang banyak memberikan peluang untuk bisa di ambil dan di tekuni oleh siapa saja. Namun masih banyak juga yang mengeluhkan akan susahnya mencari kerja. Terlebih pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan keinginan.

Mereka yang telah lulus dari akademi sesuai dengan program profesinyapun belum tentu menjadi pilihan akhir setiap orang untuk berkarya. Maka tidak heran jika kelak banyak orang yang sukses namun sebenarnya tidak sesuai dengan basic pendidikan yang di ambilnya, KENAPA ?? karena bisa jadi ketika ia kuliah saat menentukan pilihan sekedar ikut-ikutan atau mungkin paksaan dari orang tua, sehingga kelulusan hanya sebuah formalitas. Namun ketika ia berani mengambil resiko dan memperjuangkan apa yang menjadi keyakinannya kemudian ia menjadi orang sukses.

Seorang dokter yang memaksa anaknya agar ia juga menjadi dokter gigi pernah bercerita bahwa kata sang anak "Saya menjadi dokter sama sekali tidak enjoy karena sekedar berangkat ke tempat praktek, bertemu pasien, memeriksa mengobati lalu pulang. Dan hampir 25 tahun lebih profesinya ini saya lalui tanpa sebuah pencapaian yang berarti. Kemudian setelah ayah saya tiada, saya mendirikan gedung olah raga seperti impian saya, kemudian saya membuat sekolah olah raga serta menyediakan sarana dan prasaran olah raga, dalam waktu 5 tahun saya mengalami pencapaian yang luar biasa. Karena ketika saya datang ke gedung olahraga saya merasa tidak sedang bekerja tetapi seda0ng menyalurkan hoby saya".

Demikian pula banyak orang bekerja berangkat pagi pulang petang. Pekerjaan itu bahkan di tekuni semenjak lulus dari bangku kuliah hingga menjalani masa pensiun tanpa sebuah pencapaian yang berarti. Kenapa ?? Karena jika kita bekerja tidak sesuai dengan keinginan atau hoby kita bisa jadi kita bekerja dengan setengah hati. Dan pekerjaan yang di kerjakan dengan setengah hati, bisa jadi hasilnya juga setengah-setengah.

Nah kini sudah jelas, bahwa jika anda bekerja pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan hati, pikiran, perasaan bahkan sesuai dengan hoby anda. Sehingga pekerjaan itu sangat anda nikmati. Jika anda menikmati pekerjaan anda, maka di sanalah anda dan pekerjaan akan menyatu sehingga lahirlah ide-ide besar yang akan mengantarkan anda menjadi orang besar. Besar dalam arti sukses secara financial, sukses rohani dan sukses jasmani anda.

Pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan keinginan anda sekarang juga, tekuni dan lakukan. Suatu saat anda akan menemukan keajaiban-keajaiban dalam hidup anda. Temukan pekerjaan yang sesuai hoby anda di sini.







 Silakan tinggal pilih mana yang anda mau dan mana yang sesuai dengan kondisi anda saat ini. Selamat memilih ya.. klu udh milih take action jangan lama-lama karena ini bisnis supercepat lhoo bagi yang langsung action.

Kamis, 26 Juli 2012

Alumni 1991 AK2


Alumni 1990 AK1


Rabu, 25 Juli 2012

21 Tahun Menuju Universitas Indonesia

Terlahir dari keluarga sederhana tak membuat Amir mudah menyerah dalam menggapai cita-cita. Sebuah dusun kecil dimana ia lahir cukup banyak menempa pribadinya untuk selalu berfikir kritis. Sulitnya perekonomian waktu itu pula yang mengajarkan ia harus kreatif agar tetap exist. Nasi jagung dan nasi tiwul merupakan santapan yang tidak asing lagi di lidahnya.. sampai kapan ??

Menginjak kelas 2 SD ia di bawa pindah oleh kedua orang tuanya untuk hijrah agar ayahnya tidak jauh dalam menempuh jarak kerjanya. Ya.. lingkungan Perkebunan Karet salah satu Joint Venture Indonesia Belanda yang di beri nama PT. Tatar Anyar Indonesia.

Lingkungan baru dengan peradaban baru membuat ia banyak berfikir dan merenung. Hmmm enaknya tinggal di rumah dinas, beras dapat jatah, minyak tanah pun juga dapat bagian bahkan sarana sosialpun terpenuhi. mulai dari lapangan bola, lapangan voley, kolam renang sampai tempat ibadah beserta guru ngajinya juga sudah tersedia. Kurang apa coba ??

Tapi ada yang janggal menurutnya. Jika memang semua terpenuhi kenapa lingkungan tempat ia tinggal jauh dari sejahtera... Seringnya ia dengar pertengkaran antar keluarga dan juga budaya masyarakat setempat yang jauh dari agama sungguh sangat miris melihatnya. Ketika seseorang punya hajat pernikahan, khitanan, kelahiran anak bahkan sampai ada kematian tidak ada hiburan lain kecuali judi... hmm..aneh !

Amir kecil berfikir keras.. kenapa dan kenapa.. bisa demikian, kenapa juga masyarakatnya tidak ada yang termotivasi untuk bersekolah.. oh.. ternyata ada jaminan kerja yang di berikan oleh perkebunan. Dan ternyata di lingkunagan ini mulai dari buyutnya, kakeknya dan orang tuanya sudah turun temurun bekerja di perkebunan ini.. pantesan mereka tidak mau bersekolah.. toh sekolah tinggi-tinggi juga banyak yang menganggur buat apa capek-capek buang tenaga dan biaya.

Dalam benaknya lingkungan tercipta sedemian rupa karena satu hal. Ya.. minimnya pendidikan sehingga mempersempit pola pikir lingkungannya. Sejak itulah ia bertekad agar bisa bersekolah setinggi mungkin. Agar ia punya pola pikir dan wawasan yang cukup luas sehingga ia bisa menjadi apa yang ia cita-citakan.

Berjibaku menjadi seorang karyawan perkebunan dengan segala keterbatasan plus berpuluh penghinaan dari lingkungan itulah yang mendorong semangat Amir hingga akhirnya ia bisa lulus perguruan tinggi swasta. Meski ketika ia lulus dari satu sekolah tahun 1991 ia ingin melanjutkan ke Universitas Negri belum kesampaian tapi ia patut berbangga bahwa setelah 21 tahun kemudian Sang Junior kini di terima di Universitas Indonesia salah satu Universitas yang ia dambakan sejak dulu kala.

Dan dari jejaknya itulah banyak diikuti para tetangga yang berlomba-lomba menyekolahkan anak-anak mereka hingga ke perguruan tinggi. Mungkin Amir tidak bisa merubah ekonomi lingkungannya tetapi ia bisa mendobrak pola pikir sempit dan memberikan contoh bahwa dengan bersekolah akan menjadi orang yang berilmu, dengan ilmu itulah yang akan menerangi kehidupan generasi-generasi berikutnya.

Ketika seorang kakek di tanya : " Kek, kakek kan sudah renta.. kenapa masih menanam pohon kelapa, kek ?? Jawab si kakek. "Ketika buah kelapa ini bisa di petik buahnya mungkin aku sudah tidak ada, tetapi anak cucukulah yang akan menikmatinya".

Sahabat janganlah berputus asa apabila kita terlahir dari keluarga sederhana itu bukan salah kita, Tetapi Tuhan tidak pernah membatasi keinginan setiap hambanya. Kemiskinan bukanlah takdir, tapi pilihan, jika kita ingin hidup kayapun Tuhan sudah siapkan harta yang berlimpah tinggal seberapa banyak kita sanggup untuk mengambilnya dan seberapa kuat kita melawan kemalasan. Jika kita terlahir miskin tetapi kita tidak boleh mewariskan kemiskinan itu kepada anak cucu kita.

Alumni 1991 AK1




Bagi Rekan-rekan yang fotonya ingin di update dengan pose sesuai keinginan silakan kirim foto ke email sepursemar@gmail.com. Untuk semua angkatan. Terima kasih.